Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara
berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah
melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme
dan tidaklah terhitung daftarnya.
Pengadilan Negara menjatuhkan
vonis hukuman mati kepadanya dan mereka
mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang
kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman
gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.
Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan
suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati,
suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun
mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide
tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya.
Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan
tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan ”Kamu akan segera dihukum
mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami
potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit
karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih.
Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu
mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah
dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan.. semakin
lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !”
Mereka pun kemudian eksekusi, sang kriminal mulai merasakan potongan
di pergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran darahnya
menetes.. tes..tes… suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia
semakin kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah.. sampai
jantungnya berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun mati.
Ironisnya… walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak
sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah
teknologi canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi.. yang mereka
lakukan hanyalah.. mengambil sepotong es dingin yang tajam..
kemudian digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang
sesungguhnya tidak memotongapapun!
Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah
dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang
ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi
‘kenyataan’ karena sang kriminal memang mempercayainya!
Apa inti cerita diatas?? Dalam otak kita, ada sesuatu yang
dinamakan alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya,
akan menjadi kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai informasi apapun,
walaupun itu palsu! Jika kita mempercayainya, maka tubuh kita
akan bereaksi seolah-olah itu adalah kenyataan. Sama juga dengan
kehidupan, Jika Anda menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan
hal-hal yang tidak berguna setiap harinya.. maka diri andapun menjadi
pribadi yang tidak berguna.
Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera
isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif.. Jika ingin kaya.. isilah
otak Anda dengan kekayaan.. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda
dengan kesuksesan.
Statistik menyatakan 90% dari orang di sekitar Anda adalah Negatif!
Apakah Anda salah satunya?? Jika ya, maka segera keluarlah dari zona
nyaman Anda serta isilah segera diri Anda dengan ide-ide dan kepercayaan
dari 10% orang yang kaya dan sukses!!! Kebanyakan orang berpikir bahwa
‘Orang Kaya’ itu berbeda, mereka lebih pintar, mereka lebih beruntung,
atau lebihberpendidikan daripada kita.
Sesungguhnya ‘Orang Kaya’ berbeda karena mereka berpikir dengan cara
yang berbeda!!! Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, maka Anda harus
belajar kepercayaan- kepercayaan dan pola pikir mereka tentang uang.
Jika Anda ingin kaya, buang semua kepercayaan lama, ubah mindset negatif
Anda tentang uang, ubah kepercayaan Anda tentang uang, maka Anda akan
segera berhenti mengejar uang, dan yang terjadi malah sebaliknya Uang
yang akan mengejar Anda!!!
Untuk mengubah keadaan di sekitar Anda, semua harus dimulai dari dalam pikiran Anda dan dari kepercayaan Anda..
Friday, 12 September 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment